Buletin Daerah

Selasa, 30 September 2014

Sejoli di Takengon Aceh Dicambuk 6 Kali karena Terbukti Berbuat Mesum

Banda Aceh - Sepasang kekasih yang terbukti melanggar Qanun Syariat Islam tentang khalwat (mesum) dicambuk sebanyak enam kali di halaman Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Keduanya adalah AS (25) asal Aceh Jaya dan pasangan wanitanya Hr (21) warga Aceh Tengah.
Pasangan yang terbukti berbuat mesum ini dicambuk di depan ratusan orang yang memadati lokasi. Saat eksekusi dilakukan, terpidana pria dengan posisi berdiri ketika dicambuk. Sementara terpidana wanitanya, pada saat dicambuk dalam posisi jongkok.
Usai dicambuk, Hr pingsan sehingga harus dipapah dari panggung oleh sejumlah petugas. Menurut petugas medis, perempuan tersebut pingsan karena syok sesaat setelah menjalani hukuman. Tak lama kemudian ia kembali sadarkan diri.
Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Dwi Aries Sudarto, mengatakan kedua terpidana divonis Mahkamah Syariah dengan sembilan kali cambuk di depan umum. Namun setelah dipotong masa tahanan, keduanya hanya dicambuk sebanyak enam kali.

Pojok Perubahan

Kitakyushu, Kota Industri Pintar yang Jadi Inspirasi

Jakarta  - Alangkah indahnya ketika kita memasuki sebuah kota disambut celoteh burung-burung yang bersarang di atas pohon. Mereka terbang dari satu pohon ke pohon lainnya menyisakan senandung dan gemerisik gesekan dedaunan.


Buletin Tokoh

Bambang Widjajanto: Korupsi Bukan Hanya Soal Terstruktur Tapi Karena Didiamkan

Jakarta - Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto menjelaskan persoalan pemberantasan korupsi di Indonesia tak hanya karena dilakukan secara masif dan terstruktur. Lebih dari itu, karena banyak orang yang mendiamkan tindak korupsi itu terus berlanjut.

Sekilas OTDA

Dentuman Keras Gunung Slamet Terdengar Sampai Radius 20 km Lebih

Purwokerto, Gunung Slamet mengeluarkan dentuman cukup keras dan terdengar hingga radius 20 kilometer. Warga panik, sebagian di antaranya bersiap mengungsi.

Detail

 

BERITA TERKINI

Pilihan Redaksi

Jokowi Diminta Pilih Ajudan yang Profesional dan Bukan Titipan

Jakarta, Ajudan bagi presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sangat penting dalam memperlancar tugasnya sehari-hari. Untuk itu agar memilih ajudan yang profesional, rekam jejaknya jelas, dan bukan titipan.
"Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono dan timnya sudah melakukan seleksi terhadap para calon ajudan presiden dan wakil presiden. Untuk itu sebaiknya Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla memperhatikan dan mempertimbangkan semua masukan yang disampaikan sebelum memilih ajudannya dari ketiga angkatan di TNI yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri," ujar pengamat kepolisian dan militer Aqua Dwipayana pada Selasa (16/9/2014) saat diminta tanggapannya tentang hal tersebut.

Buletin Video

5 cm

“ 17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya” Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Sebuah perjuangan atas impian, perjalanan hati yang merubah hidup mereka untuk selamanya

Sepak Bola

Skuat Oke, Chelsea Diyakini Hazard Bisa Juarai Liga Champions

Lisbon,  Eden Hazard punya satu mimpi: menjuarai Liga Champions bersama Chelsea. Gelandang asal Belgia itu pun yakin, dengan skuat The Blues saat ini, mimpi itu bisa dia wujudkan.

Buletin Daerah

Sejoli di Takengon Aceh Dicambuk 6 Kali karena Terbukti Berbuat Mesum

Banda Aceh - Sepasang kekasih yang terbukti melanggar Qanun Syariat Islam tentang khalwat (mesum) dicambuk sebanyak enam kali di halaman Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Keduanya adalah AS (25) asal Aceh Jaya dan pasangan wanitanya Hr (21) warga Aceh Tengah.
Pasangan yang terbukti berbuat mesum ini dicambuk di depan ratusan orang yang memadati lokasi. Saat eksekusi dilakukan, terpidana pria dengan posisi berdiri ketika dicambuk. Sementara terpidana wanitanya, pada saat dicambuk dalam posisi jongkok.
Usai dicambuk, Hr pingsan sehingga harus dipapah dari panggung oleh sejumlah petugas. Menurut petugas medis, perempuan tersebut pingsan karena syok sesaat setelah menjalani hukuman. Tak lama kemudian ia kembali sadarkan diri.
Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Dwi Aries Sudarto, mengatakan kedua terpidana divonis Mahkamah Syariah dengan sembilan kali cambuk di depan umum. Namun setelah dipotong masa tahanan, keduanya hanya dicambuk sebanyak enam kali.

Buletin Polling

Intoleransi Beragama Berpotensi Memecah Belah Bangsa

 

Galeri Foto

Buletin Kolom

Pilkada Oleh DPRD Memaksakan Suara Rakyat

Pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD sama dengan upaya mengkomunikasikan aspirasi yang memaksa. Aspirasi yang tidak dapat menjual perubahan atau apa pun tanpa keyakinan yang murni. Membuat kasus yang memaksakan suara rakyat, sama saja membungkam aspirasi dan membatasi peran warga negara.

Tahukah Anda

Malas Bersihkan Telinga? Ini Dia Risikonya

Jakarta, Untuk melindungi telinga dari masuknya debu, bakteri dan partikel asing yang dapat menyebabkan kerusakan, saluran telinga memiliki kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga. Kotoran dapat perlahan keluar atau bisa dikeluarkan dengan membersihkan telinga. Namun terkadang kotoran bisa mengeras dan menumpuk sehingga mengganggu kesehatan telinga.
Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari RS Bintaro, dr Siti Faisa Abiratno, SpTHT, Msc, mengatakan setiap orang memiliki produktivitas kotoran telinga yang berbeda. Karena produkivitasnya beragam maka tiap individu harus mengetahui kapan saatnya membersihkan telinga.

Food & Beverages

Bebek 'Cak Topa'

Pancoran- Bagi sebagian orang yang alergi terhadap bulu atau rambut yang menempel pada makanan, restoran bebek Cak Topa yang terletak di kawasan Tebet Green, Jakarta Selatan bisa jadi pilihan. 

Berkat kesabaran dan kejelian sang pemiliknya, Mustofa atau yang akrab disapa Cak Topa, pembeli tak akan menemukan sehelai bulu unggas yang sejak 10 tahun belakangan menjadi primadona dalam bisnis kuliner ini. Istilahnya pembeli mau pesan menu bebek dengan bulu pun tak mungkin ada. Karena semuanya sudah tersaji tanpa bulu.

 
.: | Home | buletin News | buletin Bisnis | buletin Hukum | buletin Politik | Luar Negeri | Sosial Budaya | buletin Daerah | Forum | :.
.: | Iklan baris | buletin Kolom | Karir | buletintaiment | Buletin Tokoh | :.
.: | Surat Pembaca | Redaksi | Tarif Iklan | Index | :.
Allright Reserved by buletininfo.com 2010
 
Ideas and Concept by IPORZ